MAKNA SIMBOLIK TRADISI ADAT MAPAG SRI
Keywords:
Ujunggebang, Mapag Sri, Interaksionisme Simbolik, Makna SimbolikAbstract
Ujunggebang merupakan desa yang masih memegang erat adat istiadat, salah satunya adalah upacara adat mapag sri. Upacara adat Mapag Sri rutin diadakan oleh masyarakat Ujunggebang menjelang datangnya panen di musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata cara pelaksanaan dan makna simbolik, serta untuk memahami interpretasi masyarakat setempat terhadap simbol-simbol pada tradisi adat mapag sri di desa Ujunggebang. Metode penelitian ini menggunakan metode riset aksi partisipasi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Perolehan data dengan melakukan partisipasi langsung dan observasi lapangan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, diskusi forum, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait tradisi adat mapag sri. Hasil penelitian menunjukan bahwa mapag sri sebagai wujud kebudayaan yang berupa aktivitas tindakan memiliki simbol-simbol baik dalam bentuk benda maupun runtutan kegiatan. Tradisi adat Mapag Sri dapat dimaknai sebagai sebuah praktik sosial yang dihasilkan melalui interaksi sosial antara individu dan kelompok dalam masyarakat desa Ujunggebang. Setiap simbol dan makna dalam tradisi adat Mapag Sri dilekatkan oleh masyarakat melalui proses interaksi sosial yang terus-menerus terjadi dalam masyarakat. Simbol-simbol tersebut kemudian menjadi bagian dari praktik dan tradisi adat yang terus dilestarikan dan dipraktikkan oleh masyarakat.
References
Amrullah, Muhammad. Representasi Makna Simbolik dalam Ritual Perahu Tradisional Sandeq Suku Mandar di Sulawesi Barat. Diss. 2015.
Azhima, Faza Fauzan, Aquarini Priyatna, and Teddi Muhtadin. "Mitos dan representasi Dewi Sri dalam ritual sinoman upacara adat Mapag Sri di Desa Slangit Kabupaten Cirebon: Kajian Semiotika." Metahumaniora 10.2 (2020): 217-229.
Badan Komunikasi Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. (2007). Asal usul desa di Kabupaten Cirebon . [Nama Penerbit jika tersedia].
Badan Pusat Statistik. (2022, 30 Juni). Statistik sosial budaya 2021 . https://www.bps.go.id/publication/2022/06/30/6a2dabc16d556ab9d075f918/statistik-sosial-budaya-2021.html
Dalmeda, MA, & Elian, N. (2017). Makna tradisi Tabuik oleh masyarakat Kota Pariaman (Studi deskriptif interaksionisme simbolik). Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya , 18 (2), [halaman jika tersedia].
Derung, TN (2017). Interaksionisme simbolik dalam kehidupan bermasyarakat. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi , 2 (1), [halaman jika tersedia].
Hasib, K. (2014). Studi agama model Islamologi terapan Mohammed Arkoun. TSAQAFAH , 10 (2).
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi . Rineka Cipta.
Kompas. (2010, 10 April). Mata air kebudayaan lokal yang kian mengering. https://nasional.kompas.com/read/2010/04/10/04280118/~Oase~Mata%20Air?page=all
Nurcahyo, RJ, & Yulianto, Y. (2021). Menelusuri nilai budaya yang terkandung dalam pertunjukan wayang tradisional. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya , 12 (2), 159–168.
Ritzer, G. (2012). Teori sosiologi modern (Edisi ke-7). Kencana Prenada Media.
Rosyadi, R. (2017). Kesenian Gondang sebagai representasi tradisi masyarakat petani di Jawa Barat. Patanjala , 8 (3), [halaman jika tersedia].
Sitti, Z. (2021). Buku Ajar Pengantar Ilmu Antropologi. 2021.
Suara Cirebon. (2021, 24 Mei). Desa Ujunggebang lestarikan tradisi Mapag Sri. https://suaracirebon.com/2021/05/24/desa-ujunggebang-lestarikan-tradisi-mapag-sri/
Sumarto, S. (2018). Budaya, pemahaman dan penerapannya: “Aspek sistem religi, bahasa, pengetahuan, sosial, kesenian dan teknologi”. Jurnal Literasiologi , 1 (2), 16–25.
Wijarnako, B. (2013). Pewarisan nilai-nilai kearifan tradisional dalam adat masyarakat (Peranan kepala adat dalam mewariskan aturan adat di Kampung Adat Dukuh Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat). Jurnal Geografi Gea , 13 (2)
