Stimulasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Kegiatan Finger Painting Berbasis Kolaborasi Guru dan Orang Tua
DOI:
https://doi.org/10.59966/arunikawidya.v1i2.142Kata Kunci:
Finger Painting, Kolaborasi, Perkembangan Sosial Emosional, Anak Usia Dini, Guru-Orang TuaAbstrak
Masa kanak-kanak usia 3–12 tahun merupakan periode penting dalam pembentukan sosial emosional anak, di mana mereka belajar berinteraksi, memahami aturan, dan mengelola emosi. Salah satu stimulasi yang efektif adalah kegiatan finger painting, yang tidak hanya melatih motorik halus dan kreativitas, tetapi juga meningkatkan keterampilan sosial. Berdasarkan observasi di POS PAUD Mutiara Cigembor Ciamis, masih ditemukan anak yang kurang bersosialisasi, mudah emosi, enggan berbagi, serta memiliki kepercayaan diri rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus selama September 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan dilakukan melalui RPPH dan RPPM secara sistematis, dengan guru berperan sebagai fasilitator dan orang tua berkontribusi dalam penyediaan alat serta bahan. Pelaksanaan finger painting yang terstruktur dan konsisten memberikan pengalaman belajar berulang yang memperkuat perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak. Kolaborasi guru dan orang tua terbukti efektif meningkatkan perkembangan sosial emosional anak dengan rata-rata capaian 10,86 kategori berhasil. Anak menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan berbagi, dan pengendalian emosi.
Referensi
Anzani, R. W., & Insan, I. K. (2015). Perkembangan Sosial Emosi pada Anak Usia Prasekolah. Pandawa : Jurnal Pendidikan Dan Dakwah, 23(2), 103. https://doi.org/10.22146/bpsi.10567
Fitri, S. R. A., & Tantowie, T. A. (2017). Dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Ashr Ayat 1-3 Menurut Tafsir Al-Maraghi. Tarbiyatul Aulad, 2(1), 1–22.
Hanan, H., Sudadio, S., & Haila, H. (2023). Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Finger Painting pada Peserta Didik di PAUD Pelangi Pandeglang. JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education), 6(2), 173–180. https://doi.org/10.31537/jecie.v6i2.1134
Harianja, A. L., Siregar, R., & Lubis, J. N. (2023). Upaya Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Bermain Peran. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4871–4880. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.5159
Isnawati, R. (2020). Cara Kreatif dalam Proses Belajar (Konsentrasi Belajar pada Anak GejalaGangguan Pemusatan Perhatian (ADD). Jakad Media Publishing.
Khadijah, K., Wildani, W., Pratiwi, R. U., Dasopang, M., & Handayani, F. (2022). Penerapan Permainan Finger Painting dalam Meningkatkan Motorik Halus AUD di TK An-Nizam Medan.". Jurnal Pendidikan Tambusai, 2(2).
Kusuma, T. C., Boeriswati, E., & Supena, A. (2023). Peran Guru dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Anak Usia Dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(3), 413–420. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i3.563
Mulyadin, Junaidin, Mukin, S. M., & Aisa. (2024). Usia Emas Perkembangan Sosial Anak: Peran Strategi Pola Asuh Orang Tua dalam Rentang Usia 3-12 Tahun di MI Al-Ittihad. Jurnal Studi Pendidikan, 187–199.
Mulyasa. (2010). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. PT. Remaja Rosdakarya.
Nelfiyanti, Mutmainah, Marfuah, U., & Setiawan, A. (2024). Penerapan Konsep Kreativitas Inovatif dalam Proses Pembelajaran Anak Usia Dini di TK Nurul Iman di Desa Curug Rt 07 Bojongsari Depok. Jurnal Umj, November 2024.
Nurani, & Hartati. (2021). Memacu Kreativitas melalui Bermain. Bumi Aksara.
Pratiwi, D., Daryati, W., & Rosdiana, A. (2024). Pengembangan Kreativitas Finger Painting untuk Merangsang Kognitif, Afektif, Dan Motorik Anak Usia Dini. Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 23. https://doi.org/10.24853/yby.8.1.23-39
Sari, L., Ristiana, Y., & Yayuk, E. (2025). Optimalisasi Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Deep Learning untuk Meningkatkan Kolaboratif Siswa PAUD. Jurnal Iliah Pendidikan Dasar, 10(September), 392–405.
Sjarkawi. (2006). Pembentukan kepribadian anak, peran moral intelektual,emosional, dan social sebagai wujud integritas membangun jati diri. Bumi Aksara.
Suprayitno, & Wahyudi. (2020). Pendidikan Karakter di Era Milenial. CV. Budi Utama.
Trisnadewi, B. A. P., Kumalasari, E., & Tobing, E. R. (2024). Meningkatkan Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini melalui Permainan Congklak: Studi Literatur. Jurnal Jendela Pendidikan, 4(01), 48–57. https://doi.org/10.57008/jjp.v4i01.688
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Arunika Widya: Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
