Strategi Guru Menyemai Rasa Ingin Tahu di Madrasah Ibtidaiyah
DOI:
https://doi.org/10.59966/arunikawidya.v1i1.16Kata Kunci:
Keingintahuan, Guru Madrasah Ibtidaiyah, Strategi Pembelajaran, Budaya BertanyaAbstrak
Rasa ingin tahu merupakan landasan alami pembelajaran pada anak-anak, namun dalam pendidikan dasar Indonesia masih kurang dimanfaatkan. Sementara studi sebelumnya menyoroti pentingnya sebagai pendorong kognitif, hanya sedikit yang mengeksplorasi bagaimana guru secara aktif mendorongnya di ruang kelas. Penelitian ini mengkaji strategi yang digunakan oleh guru Madrasah Ibtidaiyah untuk menumbuhkan budaya inkuiri dan mendukung rasa ingin tahu siswa. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara guru, dan analisis dokumen di tiga Madrasah Ibtidaiyah perkotaan dan semi perkotaan. Temuan mengungkapkan bahwa guru menggunakan metode kreatif seperti media kontekstual, Pembelajaran Berbasis Proyek, dan diskusi terbuka untuk merangsang rasa ingin tahu. Ikatan emosional antara guru dan siswa juga memainkan peran penting dalam memelihara lingkungan untuk eksplorasi. Studi ini menyimpulkan bahwa menumbuhkan rasa ingin tahu membutuhkan pendekatan pengajaran yang humanis dan reflektif, yang tidak hanya meningkatkan hasil akademik tetapi juga membangun pembelajar yang mandiri dan kritis. Wawasan ini menggarisbawahi perlunya pelatihan guru dan kebijakan yang mendorong kreativitas dan fleksibilitas pedagogis.
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Arunika Cendekia: Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
