KONSEP IMAN DAN KUFUR DALAM ILMU KALAM: ANALISIS TEOLOGIS DAN IMPLIKASI SOSIAL

Authors

  • Mutia Jihadani Fillah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Nabila Marliansa Putri UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Lola Zada Zulaika UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Muhammad UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Fauzan Ashidiq UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Deko Rio Putra UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Keywords:

Iman, Kufur, Kalam, Teologi Islam

Abstract

Artikel ini menjelaskan perbedaan pandangan masing-masing aliran kalam seperti Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah mengenai konsep iman dan kufur. Dalam analisis, terlihat bahwa perbedaan cara memandang hubungan antara iman, perbuatan, dan kufur memengaruhi penilaian terhadap seseorang yang berdosa besar. Selain itu, artikel ini juga membahas dampak sosial dari konsep iman dan kufur terhadap pembentukan masyarakat yang adil dan selaras.Iman adalah dasar bagi semua perbuatan manusia, terutama dalam hal mengkeyakinan di dalam hati, mengucapkan dua kalimah syahadat secara lisan, serta mempraktikkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kufur berarti menyangkal keberadaan Allah, menyangkal ketuhanan-Nya, menyangkal nikmat-Nya yang diberikan kepada manusia, serta menyangkal kebenaran dan ajaran yang dibawa oleh utusan-Nya dari Allah swt. Iman dan kufur adalah dua konsep yang bertolak belakang. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mempelajari lebih lanjut tentang konsep iman dan kufur menurut aliran Mu’tazilah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan, yaitu penelitian yang berdasarkan pada literatur dan teks-teks yang relevan. Penelitian menunjukkan bahwa menurut Mu’tazilah, iman dilihat sebagai pengetahuan yang didasarkan pada akal. Sementara kufur menurut Mu’tazilah adalah sikap yang menyebabkan seseorang menerima siksa berat di neraka. Oleh karena itu, orang yang berdosa besar tidak dianggap kafir, tetapi tidak berhak masuk ke surga. Maka, mereka akan dihukum di neraka, tetapi karena keadilan-Nya, mereka menerima siksa yang lebih ringan dibandingkan orang yang kafir.

References

Abu al-Hasan al-Ash’ari. Al-Ibāna ‘an Uṣūl al-Diyāna. (Kitab kalam klasik)

Abu al-Hasan al-Ash’ari. Risālat Istihsān al-Khawḍ fī ‘Ilm al-Kalām.

Abu Bakr al-Baqillani. Al-Insaf fima Yajib I’tiqaduh walā Yajūz al-Jahl bih. (Kitab teologi kalam klasik)

Abuddin Nata, H. (2021). Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf. Jakarta: Amzah.

Ahmad al-Amin al-Syinqithi, Madzhab Mu'tazilah wa Ushuluhum al-Khamsah (Kairo: Maktabah al-Khanji, 1988), hlm. 65.

Al-Ash'ari, Al-Ibanah 'an Usul al-Diyanah , Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1980, hlm. 78-80.

Al-Baghdadi, Al-Farq Bayn al-Firaq, (Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah, 1977), hlm. 73.

Al-Ghazali, Al-Iqtisād fī al-I'tiqād, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2004), hlm. 125.

Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin , terj. M. Quraish Shihab, Jakarta: Lentera Hati, 2002, hlm. 45-47.

Al-Juwayni. Al-Irshād ilā Qawāṭiʿ al-Adilla fī Usūl al-Iʿtiqād (“A Guide to Conclusive Proofs for the Principles of Belief”). ± 372 hlm.

Al-Maturidi, Kitab al-Tawhid , terj. Sabri Hafez, Kairo: Dar al-Fikr, 1995, hlm. 102-105

Al-Syahrastani, Al-Milal wa al-Nihal, Jilid 1, hlm. 48.

Al-Taftazani, Syarh al-'Aqā'id al-Nasafiyyah, (Istanbul: Maktabah al-Haqiqah, 1994), hlm. 102.

Anwar, H. R., & Rozak, A. (2001). Ilmu Kalam. Bandung: Pustaka Setia.

DL Putri, IM Rahmadhani, P Rosana, DR Putra - Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 2025.

Fakhruddin al-Razi, Mafatih al-Ghayb , Beirut: Dar Ihya al-Turath al-Arabi, 1998, jilid 2, hlm. 210-215.

Harun Nasution, Teologi Islam, hlm. 31.

Harun Nasution, Teologi Islam:peredaran-sirkulasi, Sejarah, Analisa Perbandingan (Jakarta: UI Press, 2008), hlm. 25.

Ibnu Taimiyah, Majmu' al-Fatawa , Riyadh: Dar al-Salam, 1997, jilid 3, hlm. 123-125.

Ibnu Taimiyah, Majmū' al-Fatāwā, Jilid 7, (Riyadh: Maktabah al-Ubaikan, 1998), hlm. 302.

Ismail, I., Jar’ie, Rahman; Suyehdi; Rohani. “Konsep Iman, Kufur Dalam Perspektif Ilmu Kalam.” Tsurayya, Vol. 4 No. 1 (2025), hlm. 12–20.

Kamaluddin ibn al-Humam, Al-Musāyarah fī al-'Aqā'id al-Munjiyah fī al-Ākhirah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2005), hlm. 150.

Lumbard, Joseph E. B. (2021). The Semantics of Gratitude (Shukr) in the Qurʾān. Journal of Islamic Ethics, 5(1–2), 173–193. DOI:10.1163/24685542-12340073.

Mahdi Asnani. “Makna Iman Dan Kufur Farid Issac.” Hermeneutik: Jurnal IAIN Kudus.

Mat Jalil. “Falsafah Hakikat Iman Islam dan Kufur.” Ath-Thariq: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, Vol. 2 No. 2

Muhammad Abu Zahra, Tārīkh al-Madhāhib al-Islāmiyyah (Kairo: Dar al-Fikr al-'Arabi, tt), hlm. 89.

Muhammad Abu Zahra, Tārīkh al-Madhāhib al-Islāmiyyah, hlm. 141.

Nurul Huda. “Konsep Iman, Islam, Kufr, dan Ahli Kitab Dalam Qur’an, Liberation & Pluralism.” Aksioma Ad Diniyah, Vol. 11 No. 1 (2023), hlm. 97–113.

Siregar, Uswatul Hasanah. “Konsep Iman dan Kufur Menurut Mu’tazilah: Analisis Buku Teologi Islam Harun Nasution.” Anwarul, Vol. 3 No. 4 (2023), hlm. 918–934.

Yuni Puspitaningrum. “Konsep Iman, Kufur dan Nifaq.” Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Vol. 18 No. 2, hlm. 28–41.

Downloads

Published

2025-11-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

KONSEP IMAN DAN KUFUR DALAM ILMU KALAM: ANALISIS TEOLOGIS DAN IMPLIKASI SOSIAL. (2025). Jurnal Pemikiran Islam Dan Dinamika Sosial , 1(2), 105-111. https://terranovajournal.com/JPIDS/article/view/189

Similar Articles

21-25 of 25

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)