Teori Emosi dalam Konteks Interaksi Sosial: Pengaruh Budaya dan Lingkungan

Authors

  • Mochammad Akmal Raizza Arrayan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Indonesia

Keywords:

Emosi, Interaksi Sosial, Budaya Lokal, Regulasi Emosi, Lingkungan Sosial

Abstract

Emosi memiliki peran penting dalam membentuk interaksi sosial manusia. Namun, pengalaman dan ekspresi emosi sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dan kondisi lingkungan. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi teori-teori emosi dalam kerangka interaksi sosial, khususnya dalam konteks budaya Indonesia. Dengan merujuk pada berbagai studi lokal, artikel ini membahas bagaimana emosi diatur dalam situasi sosial tertentu dan bagaimana norma budaya memengaruhi ekspresi emosional. Selain itu, tulisan ini juga merefleksikan pengalaman pribadi penulis dalam melihat konstruksi sosial emosi dalam kehidupan sehari-hari. Temuan dari kajian ini menekankan pentingnya memahami ekspresi emosional sebagai sesuatu yang terikat budaya dan kontekstual, serta perlunya kajian lanjutan dalam konteks lokal Indonesia.

References

Ahnaf, M. (2011). From Revolution to“ Refolution” A Study of Hizb al Tahrir, Its Changes and Trajectories in the Democratic Context of Indonesia (2000-2009). Retrieved from http://researcharchive.vuw.ac.nz/handle/10063/4453

Akram, E. (2007). Muslim Ummah and its Link with Transnational Muslim Politics, Vol. 46, No. 3, 381–415.

Adelina, M. S., & Purnomosidi, F. (2025). Sosialisasi regulasi emosi siswa SMA Muhammadiyah Surakarta. ARDHI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 61–67. https://journal.aripafi.or.id/index.php/ARDHI/article/view/1043

Amaluddin, A., Sahid, M., & Sahlan, A. (2024). Membangun karakter melalui regulasi emosi: Implikasi terhadap perkembangan sosial dan variasi individual. Jurnal Humaniora, 3(4), 141–147.

Aryansah, J. E., & Sari, S. P. (2021). Emotion regulation & school from home pada siswa: Sebuah analisis awal. Jurnal Pendidikan Dasar (PDP), 1(3), 74–82.

Astuti, W., Rianda, N., & Dewi, M. (2022). Dampak menonton drama Korea terhadap regulasi emosi mahasiswa. Jurnal Pendidikan Unimal, 8(2), 25–34.

Fakhruroji, M. (2019). Empati dalam budaya texting: Studi pengguna WhatsApp. Sosial dan Teknologi (SOSTEK), 5(1), 45–55.

Fauzi, F., Nurwahidah, N., & Handayani, D. (2022). Regulasi emosi mahasiswa multi-peran di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal Psikologi Universitas Negeri Padang, 5(2), 95–104.

Fitri, A. R., & Ikhwanisifa, I. (2022). Regulasi emosi pada mahasiswa Melayu. Jurnal Psikologi UIN Suska Riau, 1(1), 13–21. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/psikologi/article/view/3002

Indrawan, R. D., Sundari, R. I., & Apriliyani, I. (2024). Regulasi emosi santri pondok pesantren Banyumas. Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 2(1), 69–77. https://journal.arikesi.or.id/index.php/Corona/article/view/159

Iswanto, M. D., Ariyanto, E. A., & Muslikah, E. D. (2023). Perilaku prososial remaja dan kematangan emosi. INNER: Journal of Psychological Research, 2(3), 470–479. https://aksiologi.org/index.php/inner/article/view/713

Mirza, R., Hutagalung, M. U., Silalahi, L., Petrisely, W., Elvinawanty, R., & Hafni, M. (2024). Resiliensi dan regulasi emosi mahasiswa perantauan. Jurnal Diversita, 10(1), 143–155. https://ojs.uma.ac.id/index.php/diversita/article/view/9040

Purnawati, I. R., Hidayat, A., & Surya, L. (2022). Perbedaan regulasi emosi mahasiswa pria dan wanita saat bimbingan skripsi. JOPS: Jurnal Orientasi Psikologi dan Sains, 3(1), 101–110.

Reskido, A. D. P., Puspitasari, N., & Yulianita, N. (2022). Regulasi emosi dan kesejahteraan psikologis mahasiswa Muslim di Yogyakarta. Jurnal Psikologi Indonesia (JPI), 7(3), 200–208.

Reggi, D. I., Sundari, R. I., & Apriliyani, I. (2024). Regulasi emosi santri baru di pesantren Banyumas. Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 2(1), 69–77. https://journal.arikesi.or.id/index.php/Corona/article/view/159

Satriyo, D. A., & Kristinawati, W. (2022). Regulasi emosi dan resiliensi karyawan di masa pandemi. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 10(2), 85–95.

Setyaningsih, S. (2021). Budaya Madura dan regulasi emosi individu. Personifikasi: Jurnal Psikologi, 12(1), 45–58. https://journal.trunojoyo.ac.id/personifikasi/article/view/10110

Suhardi, M. (2023). Budaya organisasi dan emosi dalam pengambilan keputusan kepala sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran (JIPP), 1(3), 133–140. https://jurnalcendekia.id/index.php/jipp/article/view/242

Syafitri, R. A., Aulia, M., Mariana, W., & Bayu, D. R. (2023). Regulasi emosi mahasiswa broken-home. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 22–30. https://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/Ristekdik/article/view/10048

Trismayangsari, R., Hanami, Y., Agustiani, H., & Novita, S. (2023). Nilai budaya Jawa dan Batak dalam pengendalian diri. Satwika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 113–125. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/JICC/article/view/25225

Yolanda, W. G., & Wismanto, Y. B. (2017). Perbandingan regulasi emosi mahasiswa Batak dan Jawa. JICC: Jurnal Ilmu dan Komunikasi, 4(1), 60–70.

Zuhdi, M. S., & Nuqul, F. L. (2022). Konsepsi emosi marah dalam budaya Jawa-Lampung. JICC: Jurnal Ilmu dan Komunikasi, 5(2), 88–97.

Downloads

Published

2025-06-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Teori Emosi dalam Konteks Interaksi Sosial: Pengaruh Budaya dan Lingkungan. (2025). Jurnal Pemikiran Islam Dan Dinamika Sosial , 1(1), 50-54. https://terranovajournal.com/JPIDS/article/view/87

Similar Articles

1-10 of 14

You may also start an advanced similarity search for this article.