TENTANG MAKNA HUKUM SYAR'I DAN HUKUM TAKLIFI SERTA HUKUM WADHI: ( PEMBAGIAN HUKUM SYAR'I, TAKLIFI DAN HUKUM WADHI)

Authors

  • Ridho Aji Pangestu Bimbingan Dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Pera Erwani Bimbingan Dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Gustiya Sunarti Bimbingan Dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Keywords:

Hukum Syar’i, Hukum Taklifi, Hukum Wadh’i, Ushul Fikih, Maqashid al-Syari’ah

Abstract

Penelitian ini membahas secara komprehensif tentang makna hukum syar’i, hukum taklifi, dan hukum wadh’i dalam kajian ushul fikih. Hukum syar’i merupakan ketetapan Allah Swt. yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf, baik berupa perintah, larangan, maupun kebolehan. Hukum taklifi meliputi perintah wajib, anjuran sunnah, larangan haram, larangan makruh, serta kebolehan mubah. Adapun hukum wadh’i adalah hukum yang menetapkan suatu sebab, syarat, atau penghalang (mani’) dalam kaitannya dengan keberlakuan hukum taklifi. Pembahasan ini juga mencakup syarat-syarat diberlakukannya hukum syar’i, tujuan ditetapkannya hukum (maqashid al-syari’ah), serta implikasi praktisnya dalam kehidupan umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, dengan menganalisis literatur klasik dan kontemporer dari ulama ushul fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap hukum syar’i, hukum taklifi, dan hukum wadh’i sangat penting untuk memberikan landasan normatif yang jelas dalam pelaksanaan ibadah, muamalah, maupun interaksi sosial. Dengan demikian, pengkajian ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam menjawab permasalahan hukum Islam di masyarakat.

References

Abdurrahman, L. T. (2022). SDGs dan studi Islam: Fikih muamalah, keberlanjutan, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Az-Zarqa’, 14(2), 145–168.

Alim, M. (2016). Konfigurasi amar-nahy dalam hukum taklifi dan dampaknya pada istidlal. Ushuluddin: Jurnal Studi Keislaman, 24(2), 221–244.

Anwar, F. (2018). Sebab dan syarat sebagai perangkat wadh’i dalam penetapan hukum keluarga. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 6(2), 151–172.

Burhanuddin, I. (2017). Konsep mubah dan wilayah kebebasan mukallaf: Kajian atas hukum taklifi. Al-‘Adalah: Jurnal Hukum dan Sosial, 14(1), 91–110.

Darmawati, H. (2019). Ushul Fiqh. Jakarta: Prenada Media.

Darmawati, H. (2021). Filsafat Hukum Islam. Makassar: UIN Alauddin Press.

Farhan, M., Alimudin, N. A., & Muttaqin, M. I. (2024). Ahkām (hukum taklifi dan hukum wadh’i), al-Hakim, maḥkūm fīh, dan maḥkūm ‘alaih. Relinesia, 3(4), 37–44.

Hamzah, R. (2024). Struktur hukum syar’i: Integrasi normatif antara taklifi dan wadh’i dalam praktik peradilan agama. Al-Ahkam, 34(1), 1–24.

Hidayat, A. (2018). Sebab, syarat, dan mani’ dalam hukum wadh’i: Analisis ushul fiqh. Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 17(2), 233–252.

Hopipah, E. N., & Nurkholis, M. (2023). Telaah klasifikasi hukum syara’ (hukum taklifi dan hukum wadh’i). Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 35–52.

Kurniawan, D. (2022). Qiyās, ‘illat, dan efektifitas penetapan hukum: Implikasi pada struktur hukum wadh’i. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 16(1), 77–98.

Latif, H. (2023). Validitas sah-batal dan fasād dalam hukum wadh’i: Analisis perbandingan mazhab. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 22(1), 33–58.

Mahmudah, N., Alkautsar, M. S., Fatmawati, M., & Neralis, K. (2021). Hukum wadh’i dalam sinkronisasinya dengan hukum taklif. El-Ahli: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(2), 82–100.

Miswanto, A. (2019). Ushul Fiqh: Metode Ijtihad Hukum Islam (Jilid 1–2). Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama.

Muhtada, F. M., Coslo, M. G., & Aziz, M. A. (2021). Kajian hukum taklifi menurut para imam mazhab. Tahkim, 17(2), 3–17.

Muttaqin, A. (2020). Mahkūm fīh dan mahkūm ‘alaih dalam konstruksi hukum syar’i. Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 11(2), 145–166.

Nisa, K. (2020). Maqāṣid al-syarī‘ah dan prioritas kemaslahatan dalam pengambilan hukum: Relasi dengan taklifi-wadh’i. Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman, 24(2), 265–286.

Nurdin, A. (2018). Relasi hukum taklifi dan wadh’i dalam fatwa: Kajian metodologis. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syariah, 52(1), 89–112.

Rahman, F. (2020). Rukhsah dan ‘azīmah dalam praktik ibadah kontemporer: Perspektif hukum taklifi. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 20(1), 55–74.

Ridha, M. D. S. (2016). Eksistensi hukum wadh’i dalam syariat. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 4(2), 101–116.

Rohma, S. (2021). Pola penyerapan hukum Islam ke dalam UU Jaminan Produk Halal: Tinjauan maqāṣid al-syarī‘ah. Jurisdictie, 12(2), 165–190.

Satria, R. (2021). Kaidah fiqhiyyah dan pembebanan taklifi dalam muamalah: Telaah prinsipiyah. Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi, 5(1), 25–44.

Syarbaini, A. M. B. (2021). Fiqih dan Ushul Fiqih. Medan: FEBI UINSU Press.

Syarifuddin, A. (2016). Hukum taklifi dan implikasinya dalam ibadah. Jurnal Hukum Islam, 14(1), 1–20.

Zuhdi, M. (2017). Maqāṣid al-syarī‘ah sebagai tujuan penetapan hukum: Relevansinya dengan hukum taklifi. Al-Ahkam, 27(2), 201–220.

Downloads

Published

2025-11-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

TENTANG MAKNA HUKUM SYAR’I DAN HUKUM TAKLIFI SERTA HUKUM WADHI: ( PEMBAGIAN HUKUM SYAR’I, TAKLIFI DAN HUKUM WADHI). (2025). Jurnal Pemikiran Islam Dan Dinamika Sosial , 1(2), 112-125. https://terranovajournal.com/JPIDS/article/view/190

Similar Articles

1-10 of 28

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)